KELOMPOK USAHA BERSAMA

(KUBE)

  1. Pengertian KUBE

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah kelompok warga atau keluarga binaan sosial yang dibentuk oleh warga atau keluarga binaan sosial yang telah dibina melalui proses kegiatan PROKESOS untuk melaksanakan kegiatan kesejahteraan sosial dan usaha ekonomi dalam semangat kebersamaan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosialnya. KUBE merupakan metode pendekatan yang terintegrasi dan keseluruhan proses PROKESOS dalam rangka MPMK.

KUBE tidak dimaksudkan untuk menggantikan keseluruhan prosedur baku PROKESOS kecuali untuk Program Bantuan Kesejahteraan Sosial Fakir Miskin yang mencakup keseluruhan proses. Pembentukan KUBE dimulai dengan proses pembentukan kelompok sebagai hasil bimbingan sosial, pelatihan ketrampilan berusaha, bantuan stimulans dan pendampingan.(Departemen Sosial RI 2010)

  1. Tujuan dan Sasaran
    Tujuan KUBE diarahkan kepada upaya mempercepat penghapusan kemiskinan, melalui :

    1. Peningkatan kemampuan berusaha para anggota KUBE secara bersama dalam kelompok
    2. Peningkatan pendapatan
    3. Pengembangan usaha
    4. Peningkatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial diantara para anggota KUBE dan dengan masyarakat sekitar.

Sasaran PROKESOS dalam kaitan dengan kebijakan MPMK adalah PMKS yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan rincian sebagai berikut :

  1. Keluarga Fakir Miskin yang dibina melalui Program Bantuan Kesejahteraan Sosial Fakir miskin
  2. Kelompok Masyarakat Terasing yang dibina melalui Program Pembinaan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Terasing.
  3. Para Penyandang Cacat yang dibina melalui Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat
  4. Lanjut Usia yang dibina melalui Program Pembinaan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia
  5. Anak Terlantar yang dibina melalui Program Pembinaan Kesejahteraan Sosial Anak Terlantar
  6. Wanita Rawan Sosial Ekonomi yang dibina melalui Program Peningkatan Peranan Wanita di Bidang Kesejahteraan Sosial
  7. Keluarga Muda Mandiri yang dibina melalui Program Pembinaan Keluarga Muda Mandiri
  8. Remaja dan Pemuda yang dibina melalui Program Pembinaan Karang Taruna
  9. Keluarga Miskin di Daerah Kumuh yang dibina melalui Program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK).
  10. Proses Pembantukan KUBE

Selain KUBE yang ditumbuhkembangkan melalui Program Bantuan Kesejahteraan Fakir Miskin, langkah / kegiatan pokok pembentukan KUBE untuk sasaran PMKS lainnya adalah :

  1. Pelatihan ketrampilan berusaha, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan praktis berusaha yang disesuaikan dengan minat dan ketrampilan PMKS serta kondisi wilayah, termasuk kemungkinan pemasaran dan pengembangan basil usahanya. Nilai tambah lain dari pelatihan adalah tumbuhnya rasa percaya diri dan harga diri PMKS untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dan memperbaiki kondisi kehidupannya
  2. Pemberian bantuan stimulan sebagai modal kerja atau berusaha yang disesuaikan dengan ketrampilan PMKS dan kondisi setempat. Bantuan ini merupakan hibah (bukan pinjaman atau kredit) akan tetapi diaharapkan bagi PMKS penerima bantuan untuk mengembangkan dan menggulirkan kepada warga masyarakat lain yang perlu dibantu
  3. Pendampingan, mempunyai peran sangat penting bagi berhasil dan berkembangnya KUBE, mengingat sebagian besar PMKS merupakan kelompok yang paling miskin dan penduduk miskin. Secara fungsional pendampingan dilaksanakan oleh PSK yang dibantu oleh infrastruktur kesejahteraan sosial di daerah seperti Karang Taruna (KT), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Organisasi Sosial (ORSOS) dan Panita Pemimpin Usaha Kesejahteraan Sosial (WPUKS).
  4. 4. Organisasi dan Manajemen
    1. Kepengurusan KUBE
  • Pada hakekatnya KUBE dibentuk dari, oleh dan untuk anggota kelompok
  • Pengurus KUBE dipilih dari anggota kelompok yang mau dan mampu mendukung pengembangan KUBE, memiliki kualitas seperti kesediaan mengabdi, rasa keterpanggilan, mampu mengorganisasikan dan mengkoordinasikan kegiatan anggotanya, mempunyai keuletan, pengetahuan dan pengalaman yang cukup serta yang penting adalah merupakan hasil pilihan dari anggotanya
  1. Keanggotaan KUBE
  • Anggota KUBE adalab PMKS sebagai sasaran program yang telah disiapkan. Jumlah anggota untuk setiap KUBE berkisar antara 5 sampai 10 orang / KK sesuai dengan jenis PMKS
  • Khusus untuk Pembinaan Masyarakat Terasing dan Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh pembentukan KUBE berdasarkan unit pemukiman sosial, artinya suatu unit pemukiman sosial adalah satu KUBE
  1. Administrasi KUBE
  • Untuk dapat berjalan dan berkembangnya KUBE dengan baik, maka pengurus maupun pengelola KUBE perlu memiliki catatan atau administrasi yang baik, yang mengatur keanggotaan, organisasi, kegiatan, keuangan, pembukuan dan lain sebagainya
  • Catatan dan administrasi KUBE meliputi antara lain buku anggota, buku peraturan KUBE, pembukuan keuangan / pengelolaan hasil, daftar pengurus dan sebagainya
  1. Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi

Pembinaan dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan dayaguna dan hasilguna penumbuhan dan pengembangan KUBE, disamping meningkatkan motivasi dan kemampuan pelaksanaan dilapangan serta kapasitas manajemen pengelola KUBE. Pembinaan dilaksanakan oleh petugas sosial wilayah mulai dan tingkat propinsi, kabupaten / kodya, kecamatan dan desa / kelurahan secara berjenjang

Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan KUBE dan permasalahan yang merupakan hambatan serta upaya pemecahannya, sehingga upaya penumbuhan dan pengembangan KUBE berjalan sesuai dengan rencana

Kegiatan monitoring dan evaluasi beserta pelaporannya dilaksanakan melalui mekanisme secara berjenjang mulai dan tingkat desa, kecamatan, kabupaten / kodya, propinsi dan pusat dalam koordinasi Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL) PROKESRA secara berjenjang.

Analisis KUBE

Kegiatan Sosial yang telah dijalankan KUBE (Kelompok Usaha Bersama), diantaranya :

  1. Pemberdayaan social keluarga fakir miskin melalui KUBE

Masalah kemiskinan perlu ditangani secara lintas sektoral, berkesinambungan dan sinergis. Hal ini dikarenakan masalah kemiskinan merupakan sumber muncul dan berkembangnya permasalahan-permasalahan sosial yang lainnya, seperti anak terlantar, pengemis, gelandangan, keluarga berumah tak layak huni, tuna susila dan sebagainya. Oleh karena itu masalah kemiskinan merupakan masalah yang harus ditangani secara serius baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Upaya pemenuhan kesejahteraan sosial menyeruak ke permukaan dan menjadi isu nasional. Asumsinya, kemajuan suatu bangsa tidak lagi dilihat dari sekedar meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi belaka. Kemampuan penanganan terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)pun menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan.

Salah satu upaya penanganan pemerintah, dalam hal ini Departemen Sosial dalam penanggulangan kemiskinanan melalui kegiatan Pemberdayaan Keluarga fakir Miskin, dalam konteks peningkatan kapasitas para penerima pelayanan sosial (kelayan) agar mereka memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, menjangkau pelayanan sosial serta berperan serta dalam kehidupan masyarakat secara mandiri. Dengan demikian mereka harus diberikan penguatan agar dapat berdaya.

Pemberdayaan tersebut secara umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial keluarga fakir miskin.

Program penguatan yang dilakukan diantaranya berbentuk Usaha Ekonomis Produktif (UEP), baik di bidang warungan/jualan, perikanan, peternakan, perbengkelan, pembuatan tutup limun dan sebagainya. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan dalam pengelolaan usahanya, maka mereka yang mendapatkan bantuan diorganisir/dihimpun melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yaitu wadah yang menghimpun dan mengelola keluarga binaan sosial yang telah mendapatkan bantuan sarana usaha dari pemerintah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan/kehidupannya.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai Program kesejahteraan Sosial (Prokesos) yang diluncurkan oleh pemerintah RI sejak tahun 1990. KUBE dibentuk dengan harapan agar para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang terdapat di Indonesia dapat tereliminir sedikit demi sedikit. KUBE merupakan metode pendekatan yang terintegrasi dari keseluruhan proses PROKESOS dalam rangka MPMK. KUBE tidak dimaksudkan tidak dimaksudkan untuk menggantikan keseluruhan prosedur baku PROKESOS, kecuali untuk Program Bantuan Kesejahteraan Sosial Fakir Miskin yang mencakup keseluruhan proses.

Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang ada selama ini dapat berkembang menjadi usaha ekonomi produktif yang dapat memberikan profit sehingga KUBE tersebut tidak saja memberikan manfaat bagi anggotanya saja, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi warga masyarakat lainnya. Untuk dapat berkembang menjadi usaha ekonomi produktif yang menguntungkan, KUBE sangat tergantung dengan manajemennya. Dengan pengelolaan secara bersama-sama bukan tidak mungkin KUBE akan berkembang menjadi sebuah bidang usaha yang menguntungkan.

Pengembangan KUBE diarahkan pada jenis usaha yang memiliki prospek yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan KUBE dimasa yang akan datang bisa berkembang menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang mandiri di tingkat Desa/Kelurahan yang mampu mengangkat penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya untuk mengentas dari kemiskinan.

2. Pemberdayaan KUBE melalui usaha produktif

    Pengentasan kemiskinan melalui program pemberian Bantuan terus dilakukan oleh Pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Melalui program bantuan ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah masyarakat miskin yang berada di daerah-daerah kantong kemiskinan seperti yang dilakukan di Kabupaten Bondowoso

    Sebanyak 75 ekor sapi diberikan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur secara langsung kepada masyarakat di 3 Desa yang tersebar di Kabupaten Bondowoso. Yakni, Tegal Ampel (50 KK) , Purnama (50KK) dan Klabang Agung (50 KK). Melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama), Selanjutnya 50 KK mendapat 25 ekor sapi, itu artinya setiap KK mendapatkan 1 ekor sapi untuk diberdayakan.

    Pemberian sapi ini merupakan kepedulian pemerintah, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso, untuk itu kami berharap masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal.Selanjutnya dilakukan pola monitoring dan evaluasi untuk mengukur Indikator keberhasilan KUBE. Parameternya adalah, keberhasilan Keluarga Binaan Sosial dalam memberdayakan sapi secara ekonomi.

    3. Bantu modal melalui KUBE

      Terkait masalah penanganan kemiskinan, berbagai program telah dicanangkan seperti pemberian modal barang dan usaha diantaranya melalui program Kelompok Usaha Bersama (Kube). Budihardjo, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI, mengungkapkan sedikitnya terdapat 789 Kube yang telah menerima dana bantuan tersebut sejak tahun 2000. Pada 2010, ditargetkan 130 hingga 150 kelompok akan menyusul.

      Tidak hanya itu setelah dilakukan pelatihan dan pemberian dana pengembangan usaha, PMKS juga akan difasilitasi untuk memasarkan produknya. Dengan mengikutsertakan produk mereka dalam pameran dan bazaar Hari Kesetiakawanan Sosial.

      Comments are closed.